Nuansa Thionghoa Warnai Perayaan 100 Tahun Wafatnya St. Yosef Freinademetz

Buku “Hidup-Mati Untuk Cina Diluncurkan”

di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Maumere, Selasa 29 Januari 2008

St. Yosef Freinademetz adalah orang kudus dan misionaris pertama Serikat Sabda Allah (SVD) yang diutus dan berkarya hingga akhir hayatnya di China.
Perayaan ekaristi ini merupakan momen untuk memperingati karya misioner yang dijalankan Yosef Freinametz serta menimba semangat misioner yang dihayatinya untuk karya para anggota SVD di zaman ini.
Karena itu, perayaan ini dirancang sedemikian rupa untuk menghadirkan nuansa Thionghoa melalui dekorasi dan teater yang dipentaskan oleh Kelompok Teater Aletheia Ledalero. Dalam perayaan ekaristi ini juga hadir anggota paguyuban etnis  Thionghoa di Maumere, anggota komunitas Ledalero, para suster SSpS dari sejumlah komunitas SSpS di Maumere, Kewapante dan Lela serta anggota paguyuban Flobamora dan kelompok kategorial lainnya. Perayaan ekaristi ini dipimpin oleh Rektor Seminari Tinggi Ledalero, P. Philipus Tule, SVD, didampingi Vikjen Keuskupan Maumere, Rm. Frans Fao Pr dan Wakil Provinsial SVD Ende, P. Paul Budi Kleden SVD serta sejumlah imam.
Pater Philipus Tule dalam kotbahnya mengatakan, Yosef Freinademet telah menghayati dan mengamalkan missio ad gentes yang diamanatkan oleh Yesus Kristus sendiri, yakni diutus untuk menjadikan segala bangsa murid-Nya.
Dengan semangat ini, Yosef Freinademetz telah meninggalkan tanah kelahirannya dan mewartakan sabda Allah di China. “Missio ad gentes itu berarti kita diutus sebagai misionaris dengan antusiasme dan semangat misioner untuk berkarya di berbagai aspek kehidupan dan untuk semua manusia sebagaimana sudah dibuat oleh Yosef Freinametz, yang sekali menjadi orang China, tetap menjadi orang China dan bahkan hingga matipun ia tetap mau menjadi orang China,” kata Pater Philipus.
Belajar dari spiritualitas hidup Yosef Freinademetz, Pater Philipus menekankan bahwa karya misioner tidak akan berhasil dan bermakna bila para misionaris tidak mengandalkan Sabda Allah, memiliki semangat untuk mencintai, memberi dan menerima. Semua hal ini sudah ditunjukkan oleh Yosef Freinademetz, yang tidak hanya dicintai tapi juga mencintai, tidak hanya menerima tapi juga memberi dirinya untuk karya misi dan umat yang dilayani. 
Sementara itu, Provinsial SSpS Flores Bagian Timur, Sr. Christina Edith, SSpS, dalam sambutannya mengatakan, St. Yosef Freinademetz bagaikan sebutir mutiara indah yang memancarkan keselamatan dan keterbukaan terhadap misi. “Teladan hidup St. Yosef Freinademetz inilah yang harus kita ikuti dan amalkan dalam karya misi kita pada zaman ini bukan saja oleh para anggota SVD dan SSpS tetapi juga oleh semua umat beriman,” katanya.

Aneka Kegiatan

Ketua Panitia Perayaan 100 Tahun Wafatnya Yosef Freinametz, P. Yanuarius Lobo SVD mengatakan, sebelum sampai pada puncak perayaan 100 tahun wafatnya Yosef Freinademetz, ada sejumlah kegiatan yang sudah dilakukan. Di antaranya animasi dan penyadaran masalah ekologi dan masalah HIV/AIDS di Paroki Boganatar, Kewapante, Bolawolon, dan Magepanda, animasi dan memperkenalkan St. Yosef Freinademetz kepada kelompok kategorial seperti paguyuban etnis Thionghoa, kelompok gerobak, paguyuban Flobamora, serta rekoleksi bagi para anggota SVD dan SSpS.
Di samping kegiatan-kegiatan di atas, masih ada kegiatan pameran lukisan dan kerajinan tangan berupa pot bunga dan patung karya para frater Ledalero. Turut dipamerkan juga dokumentasi berupa foto tentang karya misi yang dijalankan SSpS dan SVD. 
“Semua kegiatan ini mendapat sambutan yang baik. Semua kegiatan ini diarahkan untuk menghayati spiritualitas hidup dari St. Yosef Freinademetz yang hingga wafatnya tidak pernah meninggalkan tanah China sejak diutus ke sana,” kata Pater Yanuarius.

Peluncuran Buku “Hidup Mati untuk China”

Pada puncak perayaan 100 tahun wafatnya St. Yosef Freinademetz, Penerbit Ledalero meluncurkan sebuah buku tentang Yosef Freinademetz berjudul “Hidup-Mati untuk China”. Menurut Direktur Penerbit Ledalero, P.
Georg Kirchberger SVD, seluruh hidup Yosef Freinademetz diwarnai oleh tiga aspek, yaitu kudus, semangat misioner dan pengabdian di tanah China.
“Yosef Freinademetz menjadi kudus karena pengabdian yang total dengan semangat misioner. Ia menjadi misionaris ulung karena ia menghayati sabda dan mengamalkannya tanpa kompromi. Yang disoroti dalam buku ini adalah relevansi hidup dan karya Yosef Freinademetz untuk karya misi dewasa ini,” katanya.
Buku “Hidup-Mati untuk China” terdiri dari lima bagian. Bagian pertama berisikan tentang riwayat hidup, panggilan dan pengabdian Yosef Freinademetz.
Bagian kedua berisikan gambaran tempat kelahiran Yosef Freinademetz di Oyes yang telah menjadi pusat ziarah.
Dalam bagian ketiga, diperkenalkan situasi gereja dan SVD di Taiwan, Hongkong dan China daratan. Bagian keempat memperkenalkan primadona karya SVD di China dan Taiwan, yaitu Universitas Fu Yen. Sedangkan bagian kelima berisikan para konfrater SVD asal Indonesia yang berkarya di Taiwan. “Kami tidak bisa memberikan gambaran yang lengkap karena keterbatasan waktu. Tapi apa yang kami beri dapat menjadi contoh yang representatif,” kata P. Kirchberger.
Usai peluncuran, Pater Kirchberger membagikan buku tersebut kepada sejumlah tokoh antara lain Bapak Beny Chandra mewakili etnis Thionghoa di Maumere, Bapak Marsel Gomang mewakili Paguyuban Flobamora, Rm. Frans Fao sebagai Vikjen Keuskupan Maumere, dan Sr.Christina Edith, SSpS selaku Provinsial SSpS Flores Bagian Timur.*

misa
REKTOR Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, P. Philipus Tule SVD, sedang mendupai altar pada perayaan ekaristi mengenang 100 Tahun Wafatnya St. Yosef Freinademetz, di aula Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Selasa (29/1).
 
persembahanpersembahan
SEJUMLAH anak-anak dari etnis Thionghoa yang ada di Maumere berarak membawa persembahan dalam perayaan ekaristi mengenang 100 tahun Wafatnya St. Yosef Freinademetz, di aula Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Selasa (29/1).
 
peluncuran buku
DIREKTUR Penerbit Ledalero, P. Georg Kirchberger SVD menyerahkan buku "Hidup-Mati untuk China" kepada Bapak Beny Chandra, pada acara peluncuran buku tentang Yosef Freinademetz

Close