AKSI BERSAMA
KOMUNITAS AKAR RUMPUT LINTAS AGAMA & SUKU
PENANAMAN 6000 MANGROVE DI PANTAI WONOREJO
Sabtu, 14 Juni 2008

“Kepedulian terhadap lingkungan hidup adalah suatu bentuk ketaatan mendengarkan suara bumi” (Paus Benediktus XVI). Merespons issue pemanasan global, perubahan iklim, penggerusan pesisir pantai Surabaya, serta berpartisipasi dalam peringatan Hari Mangrove se-Dunia dan mendukung program green Mangrove dari Pemerintah Kotamadya Surabaya, Komisi Justice, Peace and Integration of Creation (JPIC) dari Tarekat SVD dan SSpS Jawa bekerjasama dengan Gereja Katolik Roh Kudus Purimas, Kec. Anyar dan warga masyarakat kelurahan Wonorejo mengadakan aksi penanaman 6000 pohon mangrove pada hari Sabtu, 14 Juni 2008 di pantai Timur, Wonorejo, Kec. Rungkut – Surabaya.

Tujuannya ialah untuk share keprihatinan (concerns) serta perluas kepedulian (caring) masyarakat terhadap “sense of crisis” ekologis yang terjadi saat ini baik pada skala global, nasional maupun lokal

Aksi penamanan 6000 mangrove ini merupakan sebuah inisiatif dan gerakan masyarakat akar rumput yang bersifat inklusif dan partisipatif. Penekanannya terutama pada inisaitif dari bawah (komunitas-komunitas lokal), dengan pola pendekatan yang  bersifat terbuka (inklusif) dan partisipatif.

Karena itu aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas agama dan suku yang berdomisili sekitar kawasan pantai Wonorejo, kecamatan Rungkut.

Yang terlibat dalam aksi bersama ini berjumlah 450 orang, terdiri dari:

  1. Gereja Katolik Roh Kudus - Purimas, Gembala Yang Baik, Yohanes Pemandi-Wonokromo, Salib Suci-Tropodo dan St. Paulus-Juanda.
  2. Komisi JPIC SVD dan SSpS
  3. Mahasiswa/aktivist pencinta Alam UPN
  4. Mahasaiswa Papua
  5. Masyarakat Tani dan Nelayan Kel. Wonorejo
  6. Kelurahan-kelurahan kecamatan Rungkut
  7. Forum Peduli Lingkungan Hidup Kec. Rungkut
  8. LINMAS
  9. LSM Green Mangrove Wonorejo
  10. MUSPIKA Kec. Rungkut

 

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Bapak Walikota Surabaya, Dr. Bambang DH.

Kami mengajak dan mendorong keterlibatan berbagai komponen masyarakat, civil society termasuk media, akademisi, korporasi dan institusi keagamaan dalam kerjasama yang konstruktif dengan jajaran pemerintah untuk ambil bagian dalam aksi dan gerakan „eko-humanis“ ini guna menyelamatkan ibu bumi kita dari ancaman pemanasan global dan perubahan iklim yang ekstrim. Karena, pada akhirnya, kemanusiaan kita ditentukan dan diukur oleh kesadaran akan lingkungan hidup (bdk. Leonardo Boff).

Demikian press release ini kami sampaikan sambil mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang terlibat dan mendukung aksi bersama ini baik secara langsung maupun tidak langsung.

Wonorejo, June 14. 2008
Paul Rahmat, SVD
Koordinator JPIC Propinsi SVD Jawa